Dunia Gelap Oh Dae-su
Oldboy karya Park Chan-wook adalah salah satu film Korea paling berpengaruh yang pernah dibuat. Film ini memenangkan Grand Prix di Festival Film Cannes 2004 dan mengubah pandangan dunia terhadap sinema Korea. Lokasi-lokasi syuting film ini mencerminkan atmosfer gelap dan penuh ketegangan yang menjadi ciri khas karya Park Chan-wook.
Kawasan Yeongdeungpo di Seoul menjadi latar banyak adegan penting dalam film. Area ini dikenal dengan kehidupan malamnya yang ramai dan gang-gang yang gelap, menciptakan suasana urban yang sempurna untuk cerita Oldboy. Meskipun kawasan ini telah banyak berubah sejak film dirilis pada 2003, beberapa sudut masih mempertahankan atmosfer aslinya.
Adegan koridor yang terkenal, di mana Oh Dae-su melawan sekelompok pria dengan palu, sebenarnya diambil di set studio. Namun, inspirasi visual untuk koridor ini berasal dari bangunan-bangunan industri tua di kawasan Ansan yang memiliki lorong-lorong panjang dan sempit.
Misteri di Balik Gedung-Gedung Kota
Kawasan industri Ansan di pinggiran Seoul menjadi lokasi yang menginspirasi penjara rahasia tempat Oh Dae-su dikurung selama 15 tahun. Bangunan-bangunan industri tua dengan ruangan-ruangan tertutup dan koridor gelap memberikan referensi visual yang sempurna untuk suasana terkekang dan penuh keputusasaan.
Area Yeouido, yang dikenal sebagai pusat keuangan Seoul, menjadi kontras yang menarik dalam film. Gedung-gedung perkantoran modern dan jalan-jalan yang rapi mewakili sisi lain kehidupan kota yang tersembunyi di balik fasad kemewahan dan keteraturan.
Bagi penggemar sinema yang ingin menjelajahi lokasi-lokasi Oldboy, perjalanan ini menawarkan pengalaman unik untuk melihat Seoul dari perspektif yang berbeda. Film ini mengajarkan bahwa di balik kota modern yang gemerlap, selalu ada cerita-cerita gelap yang menunggu untuk diungkap.
Di Balik Layar
Oldboy adalah film terpenting dalam karir Park Chan-wook dan salah satu film paling berpengaruh dalam sejarah sinema global. Adegan koridor yang terkenal — di mana Oh Dae-su melawan puluhan musuh dengan palu dalam satu take panjang — membutuhkan 17 hari pengambilan gambar dan lebih dari 30 kali pengulangan untuk mendapatkan versi final yang muncul dalam film. Koreografi adegan ini dirancang untuk terlihat kelelahan dan kikuk, bukan penuh gaya seperti adegan laga tipikal, untuk mencerminkan kondisi fisik dan mental karakter yang sangat tertekan. Choi Min-sik yang memerankan Oh Dae-su menjalani persiapan fisik yang ekstensif — ia memotong rambutnya dan mengatur pola makan yang ketat. Adegan memakan gurita hidup yang legendaris benar-benar dilakukan oleh Choi Min-sik dengan gurita segar — ia mengaku menderita trauma ringan setelahnya. Lokasi penjara rahasia dalam cerita terinspirasi dari bangunan-bangunan industri tua di kawasan Yeongdeungpo dan Ansan, meskipun set aktualnya dibangun di studio. Film ini mendapat Grand Prix di Cannes 2004 dengan juri dipimpin Quentin Tarantino yang langsung terpesona.
Panduan Perjalanan
Meskipun sebagian besar adegan Oldboy diambil di set studio, kawasan-kawasan yang menginspirasi film ini menawarkan pengalaman yang menarik. Kawasan Yeongdeungpo dapat dicapai dengan subway Line 1 ke Stasiun Yeongdeungpo. Area ini mengalami revitalisasi besar dalam beberapa tahun terakhir dengan pembangunan Times Square Mall, namun gang-gang tua di sekitarnya masih menyimpan atmosfer lama. Kawasan Yeouido, area keuangan Seoul tempat adegan-adegan tertentu difilmkan, dapat dicapai dengan subway Line 5 ke Stasiun Yeouido. Pulau Oido di pesisir Gyeonggi, meski tidak secara langsung tampil dalam film, menawarkan suasana pantai industri yang mirip dengan estetika visual film. Dari Seoul, Oido dapat dicapai dengan subway ke Stasiun Oido (Line 4), lalu berjalan kaki 15 menit ke pantai. Untuk penggemar sinema Park Chan-wook, kunjungan ke Museum Film Korea di Seoul (한국영화박물관) di kawasan Mapo adalah pilihan yang sangat menarik.
Ziarah Penggemar
Oldboy memiliki status kultus di seluruh dunia dan terus menarik sinefil dari berbagai negara ke Korea. Meskipun lokasi syuting langsung tidak banyak yang terbuka untuk umum, penggemar film Park Chan-wook sering menjadikan Seoul sebagai destinasi wisata sinematik. Cinematheque di Seoul Art Cinema dan berbagai bioskop alternatif di Seoul secara berkala menayangkan ulang Oldboy sebagai bagian dari retrospektif Park Chan-wook. Museum Film Korea di Sangam-dong menyimpan berbagai artifak dan dokumentasi produksi film-film Korea termasuk Oldboy. Restoran-restoran sushi Korea (hoe-jip) di berbagai kawasan Seoul sering menampilkan iklan informal yang merujuk pada adegan gurita Oldboy sebagai humor pop culture. Komunitas sinefil Indonesia yang mengorganisir perjalanan ke Korea biasanya menjadikan kunjungan ke bioskop dan museum film sebagai bagian dari program wisata sinematik mereka.
Kuliner dan Destinasi Sekitar
Kawasan Yeouido adalah pusat keuangan dan media Seoul yang menawarkan restoran berkualitas di setiap gedung pencakar langitnya. Food court di IFC Mall Yeouido adalah salah satu yang terbaik di Seoul dengan pilihan sangat beragam. Di musim semi (akhir Maret hingga awal April), kawasan taman Han River di Yeouido menjadi lokasi perayaan bunga sakura paling terkenal di Seoul — Yeoido Cherry Blossom Festival menarik jutaan pengunjung. Yeongdeungpo Times Square adalah kompleks belanja dan kuliner besar yang menghadirkan berbagai restoran internasional dan local food court yang terjangkau. Oido di Siheung menawarkan pasar makanan laut segar di tepi laut yang terkenal dengan kkotgetang (sup kepiting) dan berbagai hidangan laut lainnya. Di Museum Film Korea, kantin sederhana namun nyaman menjadi tempat diskusi film yang populer di kalangan sinefil lokal.