Kesenjangan yang Terlihat dari Tangga
Film Parasite karya sutradara Bong Joon-ho berhasil menggambarkan kesenjangan sosial di Korea Selatan melalui pemilihan lokasi yang brilian. Tangga curam di kawasan Mapo-gu menjadi simbol paling kuat dari ketimpangan ini. Dalam film, keluarga Kim harus menuruni tangga-tangga ini untuk sampai ke rumah semi-bawah tanah mereka, secara harfiah menggambarkan posisi sosial mereka di bawah.
Kawasan ini merupakan salah satu area tertua di Seoul dengan gang-gang sempit yang berkelok dan rumah-rumah sederhana yang berdempetan. Setelah film memenangkan Palme d'Or di Cannes dan empat penghargaan Oscar, tangga ini menjadi destinasi wisata yang sangat populer. Pengunjung dari seluruh dunia datang untuk berfoto dan merasakan suasana yang sama seperti dalam film.
Penting untuk diingat bahwa kawasan ini masih merupakan pemukiman warga, jadi pengunjung diharapkan menghormati privasi penghuni setempat dan menjaga ketenangan, terutama pada malam hari.
Kontras Kekayaan dan Kemiskinan
Di sisi lain kota, kawasan Seongbuk-dong mewakili dunia keluarga Park yang kaya raya. Meskipun rumah keluarga Park dalam film adalah set yang dibangun khusus di studio, lingkungan sekitar Seongbuk-dong dengan rumah-rumah mewah dan jalan-jalan yang lebar memberikan gambaran nyata tentang kehidupan kelas atas Seoul.
Kontras antara kawasan Mapo-gu yang padat dan Seongbuk-dong yang lapang menjadi metafora visual yang kuat. Dengan mengunjungi kedua lokasi ini, wisatawan bisa memahami lebih dalam pesan yang ingin disampaikan oleh Bong Joon-ho tentang kesenjangan sosial yang ada di masyarakat Korea modern.
Film ini juga menginspirasi pemerintah Seoul untuk merenovasi rumah-rumah semi-bawah tanah (banjiha) dan meningkatkan kondisi kehidupan di kawasan-kawasan yang kurang mampu. Kunjungan ke lokasi-lokasi ini memberikan perspektif yang berharga tentang realitas sosial di balik kemewahan Seoul yang terlihat di permukaan.
Di Balik Layar
Parasite adalah karya yang lahir dari riset bertahun-tahun Bong Joon-ho tentang kesenjangan kelas di Korea modern. Rumah keluarga Park yang mewah dibangun sepenuhnya di studio selama 9 bulan — termasuk sistem drainase bawah tanah yang berfungsi nyata. Produser Kwak Sin-ae mengungkapkan bahwa membangun set di studio memungkinkan kontrol visual yang tidak mungkin dilakukan di lokasi nyata. Taman batu dan kolam refleksi di rumah keluarga Park terinspirasi dari karya arsitek terkenal Namgoong Hyun. Bong Joon-ho mengunjungi lebih dari 20 rumah mewah di Seoul sebelum merancang desain final bersama desainer produksi Lee Ha-jun. Adegan semi-basement rumah keluarga Kim di kawasan Mapo-gu menggunakan lokasi nyata yang ditemukan setelah tim produksi menyurvei ratusan semi-basement di berbagai kawasan Seoul. Song Kang-ho, Cho Yeo-jeong, dan seluruh pemeran utama tidak diizinkan membaca script lengkap untuk pertama kalinya — mereka menerimanya per scene untuk mempertahankan reaksi spontan. Film ini memenangkan empat Academy Awards termasuk Best Picture — pertama kalinya film non-berbahasa Inggris meraih penghargaan tertinggi tersebut.
Panduan Perjalanan
Untuk mengunjungi lokasi-lokasi Parasite, mulailah dari kawasan Mapo-gu. Tangga Jahamun (Jahamun-ro Stairs) yang terkenal dapat dicapai dengan subway Line 3 ke Stasiun Gyeongbokgung, lalu naik bus atau taksi ke kawasan Jahamun. Kawasan Ahyeon-dong di Mapo-gu, tempat tangga ikonik dalam film, dapat dicapai dengan subway Line 2 ke Stasiun Ahyeon (Pintu 4). Gang-gang di kawasan ini masih mempertahankan karakter aslinya meskipun telah ada perbaikan bertahap. Untuk kawasan Seongbuk-dong yang menginspirasi lingkungan keluarga Park, naik subway Line 4 ke Stasiun Hansung University lalu naik bus maeul ke Seongbuk-dong — kawasan ini dipenuhi rumah-rumah mewah dengan taman yang rapi. Museum Sejarah Seoul di kawasan Gyeonghuigung memiliki pameran tentang perkembangan pemukiman Seoul termasuk sejarah banjiha (semi-basement). Jika ingin melihat studio tempat set rumah Park dibangun, beberapa studio produksi di Paju mengadakan tur film sesekali.
Ziarah Penggemar
Parasite telah mengubah Seoul menjadi tujuan wisata sinematik kelas dunia. Tangga dan gang Jahamun di Mapo-gu kini diramaikan oleh wisatawan dari seluruh dunia — termasuk banyak dari Indonesia yang sangat antusias dengan film ini. Pemerintah Seoul memasang panel informasi di beberapa titik kawasan Mapo-gu untuk memandu wisatawan menemukan lokasi-lokasi syuting. Di kawasan Seongbuk-dong, meski rumah Park adalah set studio, banyak penggemar yang datang untuk berfoto di kawasan yang terinspirasinya. Bong Joon-ho membuat Parasite menjadi fenomena di kalangan sinefil Indonesia — film ini memecahkan rekord box office film Korea di Indonesia saat rilisnya. Komunitas penggemar film Korea di Indonesia mengorganisir "Parasite Walking Tour" virtual dan fisik yang cukup populer. Museum Film Korea di Mapo-dong juga memiliki pameran khusus tentang Parasite.
Kuliner dan Destinasi Sekitar
Kawasan Mapo-gu tempat rumah keluarga Kim terinspirasi adalah salah satu kawasan kuliner paling tren di Seoul. Jalan Mapo Daero penuh dengan restoran galbi (iga sapi panggang) berkualitas yang menjadikan kawasan ini sebagai "daerah galbi" Seoul. Di Hongdae yang masuk kawasan Mapo-gu, jajanan street food dari berbagai penjuru Asia tersedia di sepanjang jalan — tteokbokki, hotteok, dan berbagai makanan Korea hingga takoyaki dan churros. Kawasan Seongbuk-dong yang terinspirasi lingkungan keluarga Park terkenal dengan kafe-kafe eksklusif dan restoran fine dining yang tersembunyi di antara rumah-rumah mewah. Buam-dong yang berdekatan dengan Jahamun menawarkan kafe dan galeri seni di antara pepohonan hijau — nuansa artistic yang berbeda dari kawasan Seoul lainnya. Pasar Tongin yang bersejarah di kawasan Gyeongbok dekat Seochon Village menggunakan koin tembaga khusus sebagai mata uang untuk membeli berbagai banchan (lauk pauk) dari berbagai stan.