RealScene
KEY ART · DRAMA
replace at integration
Kembali ke Daftar
드라마 · 2026 · Drama Sejarah

Istana Timur

The East Palace
Sinopsis
Panduan lokasi syuting drama hit Netflix 'The East Palace' yang dibintangi Nam Joo-hyuk, Roh Yoon-seo, dan Cho Seung-woo. Dari Open Set Mungyeongsaejae hingga Taman Nasional Seoraksan dan Universitas Hoseo.
Lokasi
3 tempat
Wilayah
932 · Sogongwon, · 20
Rilis
17 Juli 2026
Sutradara
Choi Jung-kyu
Semua lokasi
3 · berurutan
Itinerary

Perjalanan sehari

Rute yang mengikuti urutan adegan dalam karya. Saat menyesuaikan waktu perjalanan dengan jam syuting, suasana hari itu terasa dekat.

01
Open Set Mungyeongsaejae (Istana Timur yang terkutuk)
Latar istana Donggung yang terkutuk dan ibu kota. Set besar
Sekitar 2 jam
02
Taman Nasional Seoraksan (masa pengasingan Gu-cheon)
Latar adegan pegunungan dan lembah yang menggambarkan masa l
Naik bus kota
03
Universitas Hoseo, kampus Asan (jalur tepi Danau Sesim)
Arsitektur bergaya Eropa di kampus, lapangan rumput yang lua
Capai kampus d
Lihat di peta
DIAGRAMMATIC · SWAP FOR LIVE MAP
s01 · Open Set Mungyeongsaejae (Istana Timur yang terkutuk)
s02 · Taman Nasional Seoraksan (masa pengasingan Gu-cheon)
s03 · Universitas Hoseo, kampus Asan (jalur tepi Danau Sesim)
932 · Sogongwon, · 20
Long-form · Artikel

The East Palace: Kutukan yang Tersembunyi di Balik Tembok Istana

Tayang perdana di Netflix pada 17 Juli 2026, The East Palace (동궁) adalah sageuk (drama sejarah) bernuansa okultisme sebanyak delapan episode yang disutradarai Choi Jung-kyu dan ditulis oleh Kwon So-ra serta Seo Jae-won. Nam Joo-hyuk berperan sebagai Gu-cheon, pemburu hantu yang angkuh dan tangguh, yang mampu melintasi dunia orang mati bahkan menjelma menjadi hantu. Roh Yoon-seo memerankan Saeng-gang, dayang istana yang bisa mendengar dan berbicara dengan arwah, sementara Cho Seung-woo menjadi raja yang terjerat kutukan kuno. Deretan pemeran pendukung kuat seperti Kwak Dong-yeon, Jang Young-nam, dan Tae In-ho melengkapi dunia cerita ini.

Kisahnya mengikuti Gu-cheon dan Saeng-gang yang, atas perintah raja, menyelidiki kutukan yang bersarang di dalam istana Donggung — kediaman putra mahkota. Dengan memadukan kekhidmatan drama kerajaan dengan horor, fantasi, dan misteri, drama ini adalah "sageuk okultisme khas Korea" sejati: aula istana berlumur darah, arwah penasaran, dan rahasia kerajaan yang lama terpendam terkuak sepanjang delapan episode yang padat. Serial ini masuk daftar global Netflix hanya dalam hitungan hari, dan ketika penonton di dalam maupun luar Korea mulai berburu lokasi syuting The East Palace, Open Set Mungyeongsaejae, Taman Nasional Seoraksan, dan — yang paling tak terduga — sebuah kampus universitas pun menjadi destinasi ziarah baru.

Di Balik Layar

Sebagian besar istana terkutuk itu bukanlah istana asli, melainkan dibangun di Open Set Mungyeongsaejae di Provinsi Gyeongsang Utara. Studio luar ruang raksasa ini merekonstruksi Gwanghwamun, Gyeongbokgung, dan seluruh kompleks istana bergaya Joseon, serta menjadi tempat lahir banyak drama sejarah Korea sejak dibangun pada tahun 2000, seperti Kingdom dan The Moon Embracing the Sun. Dengan memilih set alih-alih istana warisan asli, tim produksi bebas menata hantu dan estetika merah darah mereka. Terutama, benteng batu megah di Gerbang Kedua, Jogokgwan, menjelma menjadi pos perbatasan yang memisahkan ibu kota aman dari provinsi berhantu, dan menjadi panggung sejumlah adegan aksi Nam Joo-hyuk.

Asal-usul Gu-cheon dan tahun-tahun pengasingannya diambil di Taman Nasional Seoraksan. Menara granitnya yang tajam, hutan purba yang lebat, dan lembah berselimut kabut memberi serial ini kesan dunia berbahaya yang berada tepat di luar masyarakat manusia. Sebaliknya, momen-momen tenang dan reflektif sang putra mahkota justru direkam di tempat yang paling tak disangka — kampus Asan Universitas Hoseo di Chungcheong Selatan. Arsitektur bergaya Eropa, hamparan rumput luas, dan jalur di tepi Danau Sesim menghadirkan latar yang liris, dengan air yang memantulkan bangunan di atasnya. Adapun interior istana dibangun di kompleks studio terpisah di Kabupaten Yeoncheon, Provinsi Gyeonggi.

Panduan Wisata Lokasi Syuting

Rute yang disarankan: Jadikan Seoul sebagai basis, lalu bagi perjalanan menjadi tiga simpul — Asan (setengah hari), Mungyeong (satu hari), dan Sokcho/Seoraksan (satu hari). Dari Jakarta dan Bali tersedia banyak penerbangan menuju Incheon, sehingga menjadikan Seoul sebagai basis akan sangat praktis.

  • Open Set Mungyeongsaejae: berada tepat di dalam Gerbang Pertama taman. Masuk taman gratis, tetapi open set memungut tiket kecil (sekitar 2.000 won untuk dewasa); jam buka umumnya 09:00–18:00 (musim dingin 09:00–17:00). Jalan kuno menuju Gerbang Kedua Jogokgwan adalah trekking pulang-pergi sekitar dua jam.
  • Taman Nasional Seoraksan (Sogongwon): dapat dicapai dengan bus kota 7 dan 7-1 di Sokcho. Dari pintu masuk, jalur setapak menuju Kuil Sinheungsa, Batu Heundeulbawi, dan Lembah Biseondae–Cheonbuldong, serta ada kereta gantung menuju benteng Gwongeumseong. Taman paling memesona saat dedaunan musim gugur di bulan Oktober dan awal musim panas.
  • Universitas Hoseo, kampus Asan: dekat dengan Stasiun Baebang dan Cheonan-Asan, hanya sekitar 1 jam berkendara dari Gangnam, Seoul. Kampus terbuka untuk pengunjung, jadi Anda bisa menyusuri jalur Danau Sesim dengan bebas; datanglah saat musim bunga sakura dan suasana lokasinya berlipat ganda.

Ziarah Para Penggemar

Hanya beberapa hari setelah tayang, linimasa dipenuhi foto check-in bertagar #TheEastPalace, #Mungyeongsaejae, #Seoraksan, dan #HoseoUniversity. Kampus Universitas Hoseo yang tenang khususnya menarik gelombang pengunjung dengan reaksi serempak "adegan itu syuting di sini?" — sebuah lokasi tak terduga yang diliput gencar oleh media lokal. Di antara fandom K-drama Indonesia yang besar, foto ikoniknya diambil di jalur Danau Sesim, dengan bangunan yang terpantul di air di belakang Anda.

Di Mungyeongsaejae, penggemar menyukai komposisi di depan gerbang batu Jogokgwan; di Seoraksan, tebing granit dan hutan purba menghadirkan latar paling dramatis. Mengikuti nuansa drama yang berpindah antara kemegahan sejarah, fantasi, dan horor, pengunjung mengabadikan baik keagungan set di siang hari maupun atmosfer dinginnya di malam hari untuk merampungkan ziarah The East Palace mereka.

Kuliner dan Atraksi Sekitar

  • Mungyeong: Padukan open set dengan berjalan menyusuri jalan kuno Mungyeongsaejae, Taman Labirin Ekologi, dan sepeda rel. Daging sapi hanu "yakdol" khas Mungyeong dan hidangan dari buah omija (goji berry Korea) sangat terkenal.
  • Sokcho / Seoraksan: Setelah mendaki, kunjungi Pasar Wisata dan Perikanan Sokcho untuk mencicipi dakgangjeong (ayam goreng asam manis), ojingeo sundae (cumi isi), dan mulhoe (sup ikan mentah dingin), lalu jelajahi Yeonggeumjeong, Desa Abai, dan Pantai Sokcho.
  • Asan: Dekat kampus Hoseo terdapat Pemandian Air Panas Onyang, Desa Rakyat Oeam, dan taman Danau Sinjeong. Air panas Asan sangat cocok untuk melepas lelah setelah seharian berwisata.
  • Akomodasi: Dengan Seoul atau kawasan ibu kota sebagai basis, ketiga wilayah dapat dijangkau dalam perjalanan sehari atau menginap semalam, sementara kawasan Sokcho menawarkan banyak resor dan hotel di dekat Seoraksan maupun laut; pesan sesuai rute Anda.
Travel · Siapkan perjalanan

Bepergian menelusuri karya ini

Apa lagi yang bisa dijelajahi?

3 WORKS
RealScene © 2026
Istana Timur · The East Palace