Our Blues — Drama Jeju yang Mencuri Hati Rosé
Ditayangkan pada tahun 2022 di tvN, Our Blues adalah drama kemanusiaan berformat antologi yang ditulis oleh Noh Hee-kyung dan disutradarai oleh Kim Gyu-tae. Serial ini menampilkan 14 aktor papan atas Korea termasuk Lee Byung-hun, Shin Min-a, Cha Seung-won, Lee Jung-eun, Han Ji-min, dan Kim Woo-bin, yang berperan sebagai penduduk desa nelayan fiktif Purung-ri di Pulau Jeju. Setiap dua episode menceritakan kisah pasangan karakter yang berbeda, menciptakan sebuah mosaik kehidupan manusia yang kaya akan emosi — cinta, kehilangan, harapan, dan rekonsiliasi.
Saat dirilis secara global melalui Netflix, drama ini menarik perhatian besar dari komunitas K-pop ketika Rosé dari BLACKPINK secara terbuka menyatakan kecintaannya pada serial ini, menciptakan fenomena crossover unik antara fandom K-pop dan K-drama di seluruh dunia. Serial ini mencatat rating tertinggi 10,04% dan menyapu penghargaan utama termasuk Baeksang Arts Award untuk Drama Terbaik dan Daesang (Lee Jung-eun). Bagi penonton Indonesia, Our Blues menyentuh hati dengan cara yang istimewa — tema tentang komunitas nelayan, ikatan keluarga, dan semangat gotong royong sangat beresonansi dengan budaya Indonesia. Di Twitter Indonesia, tagar #OurBlues menjadi trending topic berkali-kali selama penayangan, sementara di platform seperti Mydramalist dan berbagai grup Facebook drama Korea, serial ini mendapat rating dan ulasan yang sangat tinggi dari penggemar Indonesia.
Di Balik Layar — Saat Angin Jeju Menjadi Dialog
Tim produksi memfilmkan lebih dari 80% seluruh adegan di lokasi nyata di Pulau Jeju, mengutamakan keaslian di atas segalanya. Penulis skenario Noh Hee-kyung menggambarkan angin dan ombak Jeju sebagai "bagian dari dialog itu sendiri," menekankan betapa lingkungan alam pulau ini menjadi elemen tak terpisahkan dari tekstur emosional drama. Berbeda dengan banyak produksi yang mengandalkan efek suara buatan, Our Blues mempertahankan suara laut asli, tiupan angin alami, dan seruan para haenyeo (penyelam wanita tradisional) — menciptakan "suara hidup" yang mustahil direplikasi di studio.
Pelabuhan Seongsan berfungsi sebagai Pasar Lima Hari Purung-ri fiktif dalam drama. Kru secara strategis menjadwalkan syuting agar bertepatan dengan hari pasar yang sesungguhnya (tanggal berakhiran 4 dan 9 setiap bulan), menangkap kesibukan autentik tanpa perlu mempekerjakan figuran. Tim datang sebelum fajar untuk menyiapkan peralatan tanpa mengganggu aktivitas perdagangan normal para pedagang. Perhatian terhadap detail semacam ini adalah alasan mengapa Our Blues terasa begitu nyata dan menyentuh.
Han Ji-min menjalani sekitar 3 bulan pelatihan menyelam haenyeo sungguhan untuk perannya. Adegan haenyeo di Jalan Pesisir Kincir Angin Sinchang difilmkan bersama para penyelam wanita senior yang asli, dan dedikasi Han Ji-min yang berulang kali menyelam ke dalam air laut yang sangat dingin membuat seluruh kru sangat tersentuh. Budaya haenyeo telah diakui sebagai Warisan Budaya Takbenda UNESCO pada tahun 2016. Bagi penonton Indonesia yang akrab dengan kehidupan nelayan tradisional di pesisir Nusantara, adegan-adegan ini memberikan resonansi emosional yang mendalam — perjuangan perempuan di laut yang universal melampaui batas budaya.
Syuting di Pulau Gapado paling bergantung pada cuaca. Adegan kencan Kim Woo-bin dan Han Ji-min di ladang barley hijau hanya bisa difilmkan selama jendela waktu sempit dua minggu di musim semi, dan tim produksi mengoordinasikan jadwal di sekitar pertengahan April ketika barley paling fotogenik. Detail menarik: adegan ciuman antara Dong-seok (Lee Byung-hun) dan Sun-a (Shin Min-a) ternyata difilmkan di Pantai Sinduri di Taean, Chungnam, bukan di Jeju.
Panduan Perjalanan ke Lokasi Syuting
Dari Indonesia, perjalanan ke Jeju biasanya melalui Seoul. Penerbangan dari Jakarta atau Bali ke Incheon memakan waktu sekitar 7-8 jam, lalu dilanjutkan penerbangan domestik ke Jeju selama 1 jam. Maskapai seperti Garuda Indonesia, Korean Air, dan maskapai budget Jeju Air menawarkan berbagai pilihan. Warga Indonesia memerlukan visa K-ETA untuk masuk Korea Selatan, yang bisa diurus secara online dengan mudah sebelum keberangkatan.
Rute Rekomendasi (Jeju Timur, Seharian): Pasar Pelabuhan Seongsan → Pantai Gwangchigi → Seongsan Ilchulbong → Seopjikoji
- Pelabuhan Seongsan: Naik bus ekspres 111 dari Bandara Jeju (sekitar 80 menit) atau sewa mobil (60 menit). Pasar lima hari buka pada tanggal berakhiran 4 dan 9, jadi rencanakan kunjungan Anda agar bertepatan. Di pasar, Anda bisa mengikuti jejak Lee Byung-hun sambil mencicipi seafood segar Jeju. Suasananya mengingatkan pada pasar ikan tradisional di Indonesia, tapi dengan sentuhan khas Korea.
- Pantai Gwangchigi: 15 menit jalan kaki dari Pelabuhan Seongsan. Spot foto terbaik dengan latar Seongsan Ilchulbong. Kunjungi saat matahari terbit untuk suasana paling dramatis, seperti dalam drama. Sebaiknya menginap di area Seongsan agar bisa datang pagi-pagi.
- Jalan Pesisir Kincir Angin Sinchang: Terletak di sisi barat Jeju, perlu dijadwalkan terpisah. Disarankan sewa mobil. Saat matahari terbenam (17:00-18:00) adalah waktu terindah ketika siluet kincir angin tergambar di langit jingga.
- Pulau Gapado: Feri 15 menit dari Pelabuhan Moseulpo. Hanya 4-5 keberangkatan per hari, jadi pastikan mengecek jadwal feri lebih dulu. Musim barley hijau dari pertengahan April hingga awal Mei. Sewa sepeda (5.000 KRW ≈ sekitar Rp60.000) untuk keliling pulau dalam waktu sekitar 1 jam.
Waktu Terbaik Berkunjung: April untuk ladang barley hijau Gapado. Musim panas (Juli-Agustus) untuk budaya haenyeo. Secara keseluruhan, musim terbaik adalah musim semi (April-Mei) atau musim gugur (Oktober-November) ketika cuaca sejuk dan pemandangan paling indah. Bagi wisatawan Indonesia yang terbiasa dengan iklim tropis, musim semi Jeju menawarkan pengalaman suhu yang menyegarkan di kisaran 15-20°C.
Ziarah Fans — Demam Our Blues di Media Sosial
Setelah Our Blues ditayangkan, kawasan timur Jeju, terutama area Seongsan, mengalami peningkatan wisatawan yang signifikan. Berfoto dengan latar Seongsan Ilchulbong dari Pantai Gwangchigi telah menjadi foto wajib #OurBlues di Instagram. Komunitas K-drama Indonesia sangat aktif berbagi rute ziarah dan perbandingan antara cuplikan drama dengan foto nyata. Di TikTok Indonesia, video bertema "menelusuri jejak Our Blues di Jeju" mendapatkan jutaan views, dan banyak travel vlogger Indonesia membuat konten review mendetail setiap lokasi syuting.
Setelah Rosé mengungkapkan dirinya adalah penggemar drama ini, persimpangan antara BLINK (fandom BLACKPINK) dan penggemar K-drama menciptakan fenomena unik di Indonesia. Banyak BLINK Indonesia yang merencanakan trip Korea dengan memasukkan lokasi Our Blues ke dalam itinerary mereka, menggabungkan perjalanan konser dengan wisata drama. Ini menciptakan tren wisata baru yang menggabungkan dua passion sekaligus — K-pop dan K-drama.
Jalan Pesisir Kincir Angin Sinchang mendapat julukan "Pantai Our Blues" berkat adegan ikonik Han Ji-min berjalan sebagai haenyeo. Di media sosial, tagar #OurBluesJeju dan #우리들의블루스촬영지 dipenuhi ulasan kunjungan dari penggemar seluruh dunia. Pulau Gapado sebelumnya relatif tidak dikenal sebagai lokasi syuting K-drama, tetapi setelah penayangan, pengunjung harian selama musim barley hijau (April) meningkat lebih dari dua kali lipat. Saat ini, Jeju telah menjadi destinasi impian baru bagi penggemar K-drama Indonesia, menyaingi popularitas Seoul dan Nami Island.
Kuliner dan Atraksi Sekitar — Menikmati Cita Rasa Jeju
Area Seongsan: Di sekitar Pelabuhan Seongsan terdapat banyak restoran seafood segar yang menyajikan sashimi, abalone, kerang, dan bulu babi Jeju. Rumah Haenyeo Seongsan di dekat pintu masuk Seongsan Ilchulbong menyajikan hasil tangkapan langsung dari para penyelam haenyeo — bibimbap abalone dalam panci batu panas adalah pengalaman kuliner yang wajib dicoba. Café Aooo, yang terlihat dari Pantai Gwangchigi, adalah kafe pemandangan laut yang juga digunakan sebagai lokasi syuting. Duduk menikmati kopi sambil memandang panorama Seongsan Ilchulbong — momen yang sempurna untuk konten Instagram. Bagi wisatawan Indonesia pecinta seafood, kesegaran bahan baku Jeju akan menjadi kejutan yang menyenangkan.
Pulau Gapado: Pulau ini hanya memiliki 3-4 restoran kecil yang mengkhususkan diri pada ramyeon seafood dan kalguksu seafood (mi potong tangan dengan kaldu laut). Dari Gapado, Anda bisa melihat Pulau Marado, pulau paling selatan Korea, yang terkenal se-negeri dengan jjajangmyeon-nya (mi saus kacang hitam). Di dekat Pelabuhan Moseulpo, Pasar Olle Daejeong menawarkan suasana pasar tradisional Jeju dengan daging babi hitam panggang dan hidangan lokal seperti bingtteok (crepe buckwheat isi lobak). Daging babi hitam Jeju yang dipelihara secara alami memiliki rasa manis alami yang unik — pengalaman BBQ yang berbeda dari restoran Korea pada umumnya.
Pesisir Barat: Di dekat Jalan Pesisir Kincir Angin Sinchang, Desa Haenyeo Hallim memungkinkan Anda menyaksikan penyelam haenyeo asli beraksi dan mencicipi seafood yang baru ditangkap. Kombinasikan dengan Taman Hallim dan Pantai Hyeopjae untuk menjelajahi pesona pesisir barat Jeju secara penuh dalam satu hari. Pantai Hyeopjae dengan air laut biru kehijauan dan pasir putihnya menawarkan keindahan yang sebanding dengan pantai-pantai terbaik di Bali atau Lombok.