Kembali ke Era Akhir Joseon
Mr. Sunshine membawa penonton ke masa peralihan Korea pada akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20, periode yang penuh gejolak sejarah. Drama ini berhasil merekonstruksi suasana era tersebut dengan sangat detail, dan pemilihan lokasi syuting memainkan peran penting dalam menciptakan atmosfer yang autentik. Desa Budaya Daejeon menjadi lokasi utama yang diubah menjadi pemandangan kota Hanseong era Joseon.
Bangunan-bangunan tradisional Korea yang masih terjaga dengan baik di Desa Budaya ini memberikan latar yang sempurna untuk menggambarkan kehidupan aristokrasi Joseon. Detail arsitektur, mulai dari atap hanok yang melengkung hingga halaman-halaman batu yang rapi, semuanya berkontribusi pada kesan visual drama yang menakjubkan.
Pengunjung yang datang ke sini bisa merasakan langsung suasana Korea kuno. Banyak area yang masih mempertahankan tampilan aslinya seperti saat digunakan untuk syuting, menjadikannya pengalaman yang sangat imersif bagi penggemar drama.
Benteng dan Kuil Bersejarah
Benteng Ganghwa di Incheon menjadi lokasi penting lainnya dalam Mr. Sunshine. Benteng ini memiliki sejarah nyata sebagai lokasi pertahanan Korea terhadap invasi asing, sehingga sangat cocok digunakan untuk adegan-adegan pertempuran dalam drama. Dari atas benteng, pengunjung bisa menikmati pemandangan selat yang memisahkan Pulau Ganghwa dari daratan utama.
Kawasan sejarah Gyeongju, yang dikenal sebagai "museum tanpa dinding" Korea, juga menjadi salah satu lokasi syuting. Kuil-kuil kuno dan taman-taman bersejarah di Gyeongju memberikan latar belakang yang menambah kedalaman visual drama ini. Gyeongju sendiri merupakan bekas ibu kota Kerajaan Silla dan menyimpan banyak peninggalan bersejarah.
Perjalanan ke lokasi-lokasi syuting Mr. Sunshine bisa menjadi tur sejarah Korea yang sangat berharga. Disarankan untuk mengalokasikan 3-4 hari agar bisa menjelajahi semua lokasi tanpa terburu-buru.
Di Balik Layar
Mr. Sunshine merupakan kolaborasi antara penulis Kim Eun-sook dan sutradara Lee Eung-bok yang sebelumnya sukses bersama dalam Drama Goblin. Untuk drama berbujet tertinggi dalam sejarah Korea Selatan saat itu (sekitar 43 miliar won atau sekitar Rp 500 miliar), set produksi utama dibangun di kawasan Nonsan, Chungcheongnam-do — sebuah set terbuka yang merekonstruksi kota Hanseong (Seoul kuno) era akhir Joseon dengan 100 lebih bangunan autentik. Set ini dibangun selama hampir setahun sebelum syuting dimulai. Desa Warisan Yangdong di Gyeongju, salah satu desa hanok tertua yang masih dihuni di Korea, digunakan untuk adegan-adegan desa tradisional yang membutuhkan keaslian historis. Lee Byung-hun yang memerankan Eugene Choi menjalani pelatihan menembak dan menunggang kuda intensif selama dua bulan. Kim Tae-ri yang berperan sebagai Go Ae-sin, sang penembak jitu, belajar memanah dari master memanah tradisional Korea selama hampir tiga bulan.
Panduan Perjalanan
Untuk mengunjungi lokasi-lokasi Mr. Sunshine, rencanakan perjalanan minimal 3 hari. Hari pertama: dari Seoul, naik KTX ke Gyeongju (sekitar 2 jam dari Stasiun Seoul ke Stasiun Singyeongju). Di Gyeongju, kunjungi Desa Warisan Yangdong yang berjarak sekitar 25 km dari kota, dapat dicapai dengan bus lokal atau taksi. Desa ini memiliki lebih dari 150 bangunan hanok tradisional dari abad ke-15 dan merupakan Situs Warisan Dunia UNESCO. Hari kedua: naik bus dari Gyeongju ke Nonsan atau kembali ke Seoul terlebih dahulu lalu naik bus ke Nonsan (sekitar 1,5 jam dari Seoul). Di Nonsan, set syuting Mr. Sunshine kini menjadi taman sejarah yang terbuka untuk umum dengan tiket masuk sekitar KRW 3,000. Hari ketiga: dari Seoul, naik bus ekspres ke Pulau Ganghwa (sekitar 1,5 jam). Di Ganghwa, gereja dan benteng bersejarah yang tampil dalam drama dapat dijangkau dengan bus lokal atau sewa sepeda.
Ziarah Penggemar
Mr. Sunshine menciptakan gelombang wisata sejarah yang signifikan ke berbagai penjuru Korea. Set terbuka Nonsan yang digunakan untuk syuting kini menjadi salah satu destinasi wisata paling populer di Korea Tengah, menarik lebih dari 100.000 pengunjung setiap tahun. Di Desa Yangdong Gyeongju, pengelola desa menawarkan program khusus bagi penggemar drama termasuk menyewa hanbok untuk berfoto di lokasi-lokasi yang tampil dalam drama. Komunitas penggemar Mr. Sunshine di Indonesia sangat aktif di platform seperti Twitter/X dan Instagram, dengan banyak anggota yang telah melakukan perjalanan ke Korea khusus untuk mengunjungi lokasi-lokasi ini. Pulau Ganghwa menjadi daya tarik tersendiri bagi penggemar yang ingin melihat gereja kecil bersejarah tempat beberapa adegan dramatis Mr. Sunshine difilmkan.
Kuliner dan Destinasi Sekitar
Gyeongju, sebagai bekas ibu kota Kerajaan Silla yang berkuasa selama hampir 1.000 tahun, menawarkan pengalaman kuliner dan budaya yang kaya. Makanan khas Gyeongju yang wajib dicoba adalah Gyeongju Ppang (roti isi kacang merah berbentuk bulat) yang dijual di toko-toko di seluruh kota sejak abad ke-7. Kue tradisional ini menjadi oleh-oleh wajib dari kunjungan ke Gyeongju. Di sekitar Taman Sejarah Gyeongju, restoran yang menyajikan Hanjeongsik (meja makan set tradisional Korea) tersedia dengan berbagai macam hidangan khas Gyeongsang. Di Nonsan, kawasan ini terkenal dengan buah stroberi dan tomat segar yang dipanen sepanjang tahun. Di Pulau Ganghwa, seafood segar dari Selat Ganghwa adalah andalan kuliner setempat — gejang (kepiting mentah yang direndam) dari perairan Ganghwa sangat terkenal di seluruh Korea.