RealScene
Spirited Away (Sen to Chihiro no Kamikakushi)
Anime

Spirited Away (Sen to Chihiro no Kamikakushi)

Temukan lokasi-lokasi nyata yang menginspirasi film anime Spirited Away karya Hayao Miyazaki, dari kota tua Jiufen di Taiwan hingga pemandian air panas bersejarah di Jepang.

20 Juli 2001 Hayao Miyazaki Jepang 3 Diterbitkan: 25 Februari 2025
AnimasiFantasiPetualangan

Dunia Roh yang Menjadi Nyata

Spirited Away karya Hayao Miyazaki adalah film anime paling terkenal di dunia, pemenang Academy Award untuk Film Animasi Terbaik, dan menjadi film Jepang terlaris sepanjang masa. Film ini mengisahkan petualangan gadis kecil bernama Chihiro di dunia roh, dan visual yang memukau dalam film ini ternyata terinspirasi dari berbagai lokasi nyata di Asia.

Kota tua Jiufen di Taiwan sering disebut sebagai inspirasi utama untuk pemandangan kota roh dalam film. Jalan-jalan sempit yang menanjak, lentera merah yang berjejer, dan bangunan-bangunan tua bergaya Jepang-Tionghoa menciptakan suasana yang sangat mirip dengan dunia fantasi Miyazaki. Meskipun Studio Ghibli tidak secara resmi mengonfirmasi hubungan ini, kemiripan visual antara Jiufen dan kota roh dalam film sangat mencolok.

Kunjungan ke Jiufen paling sempurna dilakukan saat sore menjelang malam, ketika lentera-lentera merah mulai dinyalakan dan kabut turun dari pegunungan. Suasana ini sangat mirip dengan pemandangan dalam film dan memberikan pengalaman yang benar-benar magis.

Pemandian Air Panas Bersejarah

Di Jepang sendiri, beberapa lokasi menjadi inspirasi visual untuk Spirited Away. Edo-Tokyo Open Air Museum di Tokyo adalah tempat yang dikonfirmasi oleh Miyazaki sebagai salah satu sumber inspirasinya. Museum terbuka ini menampilkan bangunan-bangunan bersejarah dari era Edo dan Meiji yang dipindahkan dan direkonstruksi di satu lokasi. Arsitektur bangunan-bangunan ini terlihat dalam berbagai elemen desain dunia roh.

Ginzan Onsen di Prefektur Yamagata mungkin merupakan inspirasi visual paling kuat untuk rumah pemandian Yubaba. Desa pemandian air panas ini memiliki bangunan-bangunan kayu tradisional berusia ratusan tahun yang berjajar di sepanjang sungai kecil. Saat musim dingin, ketika salju menutupi atap-atap bangunan dan uap air panas mengepul di udara dingin, pemandangannya terasa seperti langsung keluar dari film.

Mengunjungi ketiga lokasi ini membutuhkan perencanaan yang cermat karena tersebar di tiga negara dan wilayah yang berbeda. Namun, bagi penggemar sejati Studio Ghibli, perjalanan ini menawarkan pengalaman yang tidak ternilai untuk melihat bagaimana imajinasi Miyazaki yang luar biasa berakar pada keindahan dunia nyata.

Di Balik Layar

Spirited Away lahir dalam kondisi krisis kreatif yang paradoks — Miyazaki membuat film ini ketika ia bermaksud pensiun dari dunia animasi. Film ini awalnya dibuat sebagai hadiah personal untuk putri seorang teman, seorang gadis berusia 10 tahun, dan bukan untuk konsumsi pasar besar. Namun hasilnya menjadi film terlaris dalam sejarah Jepang selama bertahun-tahun (sebelum akhirnya dilampaui oleh Demon Slayer). Studio Ghibli menggunakan teknik animasi tradisional tangan (cel animation) secara dominan meskipun ada sedikit sentuhan CGI untuk efek tertentu seperti air dan api. Miyazaki menghabiskan waktu berbulan-bulan di Ginzan Onsen, Yamagata, dan di Tokyo meneliti bangunan bersejarah untuk menangkap detail arsitektur yang autentik. Desain karakter No-Face (Kaonashi) terinspirasi dari konsep Jepang tentang jiwa yang kehilangan identitasnya di dunia modern. Musik yang diciptakan Joe Hisaishi untuk film ini sering disebut sebagai salah satu karya musik film terbaik dalam sejarah animasi.

Panduan Perjalanan

Untuk mengunjungi ketiga lokasi utama yang menginspirasi Spirited Away, rencanakan perjalanan multi-kota. Jiufen di Taiwan: dari Taipei, naik kereta TRA dari Stasiun Taipei ke Stasiun Ruifang (sekitar 40 menit), lalu naik bus 788 atau 965 ke Jiufen (15 menit). Kunjungi Jiufen di sore hari menuju malam untuk menikmati cahaya lentera merah yang paling memukau — suasana ini paling mirip dengan "kota minyak" dalam film. Edo-Tokyo Open Air Museum: naik JR Chuo Line ke Stasiun Musashi-Koganei, lalu bus dari depan stasiun (5 menit). Museum buka setiap hari kecuali Senin, tiket dewasa sekitar JPY 400. Ginzan Onsen: dari Tokyo, naik Shinkansen Yamagata ke Stasiun Oishida (sekitar 2,5 jam), lalu bus ke Ginzan Onsen (40 menit). Desa ini tidak menerima kendaraan pribadi — parkirkan di luar dan jalan kaki masuk. Waktu terbaik berkunjung adalah musim dingin (Desember-Februari) ketika salju menutupi atap bangunan kayu dan uap onsen menimbulkan suasana yang persis seperti dalam film.

Ziarah Penggemar

Spirited Away adalah film yang memiliki dampak generasional yang luar biasa — banyak orang dewasa di Indonesia yang pertama kali mengenal anime melalui film ini. Jiufen di Taiwan adalah salah satu tujuan wisata paling populer bagi penggemar Ghibli dari Asia Tenggara. Meski Studio Ghibli tidak pernah secara resmi mengkonfirmasi koneksi Jiufen dengan film, "Jalan Merah" (Jalan Jiufen Tua dengan lentera-lentera) telah menjadi ikon fotografi yang dikenal seluruh dunia sebagai "kota roh dari Spirited Away". Di Jepang, Museum Ghibli di Mitaka (Tokyo Barat) adalah destinasi ziarah utama penggemar — tiketnya terjual habis berbulan-bulan sebelumnya dan harus dipesan online. Museum ini menampilkan berbagai pameran tentang proses kreatif Ghibli. Ginzan Onsen mengalami transformasi dari desa onsen lokal yang tenang menjadi destinasi wisata internasional — sebagian besar pengunjung datang spesifik karena koneksi Spirited Away.

Kuliner dan Destinasi Sekitar

Di Jiufen Taiwan, berbagai makanan lokal wajib dicoba. Taro Ball (芋圓) adalah dessert khas Jiufen — bola-bola ubi taro dan ubi jalar manis yang disajikan panas atau dingin dengan berbagai topping. A-Zhu Peanut Ice Cream Roll (花生冰淇淋捲) adalah street food unik berupa gelato digulung dengan tepung dan kacang tanah dalam kulit lumpia tipis. Di sekitar Jalan Jiufen Tua, berbagai kedai menjual makanan seperti oden Taiwan, yu-tang-yuan (bola ikan), dan berbagai kue tradisional. Di Tokyo dekat Edo-Tokyo Museum, kawasan Koganei City menawarkan berbagai restoran keluarga dan izakaya dengan harga terjangkau. Ginzan Onsen menyajikan makan malam ryokan (penginapan tradisional) yang sangat direkomendasikan — kaiseki multi-course dengan bahan-bahan lokal dari Yamagata termasuk wagyu Yamagata yang terkenal dan sayuran pegunungan segar. Mencicipi saké lokal Yamagata yang didinginkan di sumber air pegunungan adalah pengalaman kuliner yang unik dan tak terlupakan.

📍 Lokasi Syuting

1

Kota Tua Jiufen, Taiwan

Jiufen, Distrik Ruifang, Kota New Taipei, Taiwan

Jalan-jalan sempit dengan lentera merah yang menginspirasi pemandangan kota roh dalam film, termasuk rumah pemandian Yubaba.

Dari Stasiun Taipei, naik kereta ke Stasiun Ruifang, lalu naik bus nomor 788 ke Jiufen (sekitar 1,5 jam total).

25.1094, 121.8445

Lihat di Peta

Google Maps

Cari hotel terdekat
2

Pemandian Edo-Tokyo Open Air Museum

Sakuracho, Koganei-shi, Tokyo, Jepang

Museum terbuka dengan bangunan-bangunan era Edo yang menginspirasi arsitektur rumah pemandian dan jalan-jalan di dunia roh.

Naik kereta JR Chuo ke Stasiun Musashi-Koganei, lalu naik bus ke museum (sekitar 5 menit).

35.7161, 139.5133

Lihat di Peta

Google Maps

Cari hotel terdekat
3

Pemandian Air Panas Ginzan Onsen

Obanazawa-shi, Yamagata, Jepang

Desa pemandian air panas bersejarah dengan bangunan kayu tradisional yang menjadi inspirasi visual utama rumah pemandian dalam film.

Dari Stasiun Oishida (Shinkansen Yamagata), naik bus ke Ginzan Onsen (sekitar 40 menit).

38.5678, 140.2930

Lihat di Peta

Google Maps

Cari hotel terdekat

🧳 Rencanakan Perjalanan Anda

🎬 Karya Terkait